Kampus Merdeka merupakan kebijakan yang telah diperkenalkan di Indonesia sejak dua tahun lalu. Kebijakan ini ditujukan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengikis fenomena-fenomena yang terjadi dalam bidang Pendidikan di Indonesia. Menyikapi kebijakan tersebut, Prodi PGMI melaksanakan workshop bertemakan “Penyusunan Kurikulum Berbasis Merdeka Belajar Kampus Merdeka” yang dilaksanakan selama dua hari (11-12/06/2022) di Aula Pascasarjana Lt.2. Kegiatan ini dihadiri segenap pimpinan dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Peserta yang berhadir adalah dosen PGMI di lingkungan FTIK, Alumni dan Stakeholder.

Kurikulum merupakan roh di suatu instansi Pendidikan, sehingga dalam rangka mendapatkan kualitas kurikulum yang baik maka dibutuhkan penyusunan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman. Merdeka Belajar diharapkan menjadi jalan keluar atas fenomena yang terjadi. Kali ini Narasumber yang dihadirkan pada kegiatan workshop merupakan sosok yang kompeten di bidang Kurikulum Berbasis Merdeka Belajar Kampus Merdeka adalah Bapak Dr. Deny Setiawan, M.Si Dosen Universitas Negeri Medan.

Pada pemaparan materi di hari pertama dijelaskan mengenai latar belakang MBKM, tahapan perancangan dokumen kurikulum, tahapann perancangan pembelajaran dan bentuk serta metode pembelajaran. Pada hari kedua dijelaskan mengenai bobot Satuan Kredit Semester, penyusunan matakuliah dalam struktur kurikulum dan mekanisme penawaran matakuliah di luar program studi yang diampu.

Selain itu, Dr. Deny Setiawan, M.Si juga membahas mengenai kegiatan pendukung lainnya yang berakitan dengan pelaksanaan mitra Perguruan Tinggi dengan Perusahaan, Pemda, Industri dan lain sebagainya. Untuk menciptakan kerjasama diantara universitas maupun Fakultas maka dibutuhkan program unggulan yang dapat ditawarkan kepada kampus lain.

Dengan dilaksanakannya kegiatan workshop penyusunan kurikulum berbasis Merdeka Belajar diharapkan adanya pemahaman yang lebih selaras mengenai MBKM sehingga secepatnya dapat diterapkan dalam waktu dekat.

FTIKExcellent FTIKCeria